08/01/10

Sinusitis, Penyakit yang menjengkelkan dan Pencegahannya


Istilah sinusitis muncul karena penyakit tersebut menyerang sinus, yaitu rongga yang tendapat pada organ kepala. Ada beberapa sinus yang terdapat pada kepala, yaitu sinus yang terletak di atas kedua mata, sinus yang terletak di bawah kedua lubang hidung dan sinus yang terletak di kedua lubang hidung Anda sendiri. Penyakit sinusitis umumnya menyerang rongga dahi yang terletak di atas kedua mata dan nongga rahang atas yang terletak di bawah hidung.

Keberadaan sinus-sinus dilapisi oleh selaput yang menghasilkan lendir, yaitu suatu bagian yang melindungi alat pernapasan agar tidak kekeringan dan teriritasi. Selaput lendir juga berfungsi menyerang debu yang dihisap oleh hidung.

Jika kondisi tubuh sedang prima, lendir sinus akan mengalir keluar-masuk dengan leluasa, tanpa hambatan. Sumbatan terjadi ketika sedang flu atau alergi. Pada lendir-lendir yang mampat inilah bakteri dan kuman-kuman berkumpul. Jika dibiarkan berlarut-larut, menyebabkan infeksi dengan gejala pusing, demam, nyeri wajah, bau busuk ingus yang mengalir ke kerongkongan, dan lain-lain.

Sinusitis memang bukan penyakit berbahaya, tetapi cukup menjengkelkan. Penyakit ini dapat dihindari dengan cara memelihara sinus-sinus agar tetap terbuka. Sumbatan-sumbatan harus disingkirkan, baik berupa pilek maupun alergi.

Berikut ini adalah upaya pencegahan sinusitis yang efektif untuk mengurangi penderitaan, bahkan mengatasinya, yaitu:

(1) Berhenti merokok jika penderita seorang perokok. Rokok tidak hanya musuh jantung dan paru-paru, tetapi juga sinus. Rokok berefek mengeringkan selaput lendir lunak di dalam saluran lendir. Oleh karena itu, wajar terjadi jika seorang perokok mudah menderita flu.

(2) Mandi air hangat sedikit lebih lama sangat baik bagi penderita sinusitis. Uap hangat yang terembus dari air mandi ini akan mencairkan dahak yang kental dan sulit dikeluarkan. Mandi sauna juga sangat baik bagi penderita sinusitis.

(4) Minum banyak akan mengencerkan dahak. Jika dahak lebih encer, semakin kecil kemungkinan terjadinya sumbatan sinusitis.

(5) Obat-obatan dekongestan—yang diisap, dihirup, berupa pil, atau obat semprot—dapat membantu penderita sinusitis. Dekongestan menghindarkan sinus-sinus yang tersumbat dari infeksi karena efeknya mengeringkan jaringan-jaringan hidung yang membengkak. Obat semprot tidak dapat digunakan terlalu lama karena dapat membuat iritasi dinding halus pada hidung. Penggunaannya sekitar seminggu atau sesuai petunjuk dokter. Namun jika pemakaian dihentikan sebelum waktunya, dinding-dinding tersebut dapat kembali tersumbat.

(6) Jangan bersin kuat-kuat, karena dapat merangsang sinus.

(7) Penderita sinus perlu lebih cermat merawat kesehatan gigi dan gusi, karena ada kalanya kuman-kuman yang terdapat pada gigi dan gusi menyeberang ke sinus.

(8) Olahraga angkasa dan laut seperti: terjun payung, menyelam, ski, berenang, dan selancar hendaknya dihindari agar tidak timbul perubahan tekanan di dalam kepala yang menyebabkan ingus sulit dikeluarkan.

(9) Tangan harus sering dicuci walaupun jarak tangan dengan sinus relatif jauh. Sering terjadi, sinusitis berlangsung setelah seseorang menderita pilek atau alergi yang tidak sembuh-sembuh. Virus pilek ini sering terbawa oleh tangan yang kotor.

Tidak ada pantangan makanan bagi penderita sinusitis. Yang penting adalah gizi yang cukup dan seimbang. Makanan yang pedas sangat baik, tentu saja bagi penderita sinusitis yang menyukai rasa pedas, asal makanan pedas itu tidak menyebabkan diare. Makanan pedas dapat membuat sinus yang tersumbat dahak terbuka. Bahan kimia kapsain yang terkandung dalam cabai akan merangsang saraf-saraf di mulut dan tenggorkan sehingga memacu hidung mengeluaran ingus. Oleh karena itu, sewaktu kepedasan, ingus keluar dari hidung

Penderita yang tidak menyukai pedas dapat menempuh cara lain seperti makan makanan yang hangat, misalnya sup ayam, soto, bakso, atau sejenisnya.

www.panduankesehatan.blogspot.com

1 komentar:

  1. infonya sangat membantu...
    kebetulan saya sedang menderita SINUS

    BalasHapus